Bab 175. Jijik!
“Ran, kamu pasti terkejut dengan kedatanganku, kan? Kangen, ya?”
Mas Suma menunjukkan senyuman, dan melakukan gerakan yang akan meraih pinggang ini. Aku segera menjauh dengan menutup gerbang, mengelak pada kebiasaan dia yang mencium kening ini.
Huuft!
Seberapa kuat aku mencoba menerima, tapi membayangkan dia sudah menyentuh wanita lain….
“Masuk, Mas. Pasti belum makan pagi, kan?” ucapku kemudian melangkahkan kaki mendahuluinya.
Sekilas aku melihat tatapan keheranan. Sesekali aku mengembuskan n