Bab 150. Good luck, Pi!
Apakah yang aku tangkap ini benar? Aku akan mencari tahu nanti.
***
“Mas Suma mau dibuatkan teh?” Usapan lembut di bahu ini dan suara Maharani menghentikan aktifitasku.
Sejenak aku jauhkan laptop kemudian menoleh ke arahnya. Senyuman yang aku rindukan menghias di wajah istriku yang masih terlihat pucat. Dalam keadaan seperti ini pun, dia masih berusaha memperhatikan aku. Sikap manjaku kepadanya seperti sudah menjadi kebiasaan dan tanpa sengaja menjadi tuntutan yang harus dia lakukan. Walaupun d