Bab 129. Harusnya Kita Bersatu
"Papi ...!" teriak Amelia menyambut kami. Ditemani Wisnu, mereka menunggu kami di depan pintu rumah.
Amelia berhambur memeluk Papinya dan Wisnu langsung menghampiriku.
"Ma, Papi tidak apa-apa, kan?" tanya Wisnu sambil menggandeng tanganku.
"Ayo kita masuk dulu. Ceritanya di dalam," ucap Mas Suma menarik kami. Amelia masih lengket menggelendot di lengannya.
"Mas Suma, bersih-bersih dulu. Hilangkan bekas kotoran tadi," ucapku dengan mendorongnya masuk ke kamar. "Kalian tunggu sebentar, nanti Papi