Bab 101. Isi Hati Dua Lelaki
"Sebenarnya, saya dulu sempat mencarimu," ucapnya kemudian menghela napas panjang.
"Sepulang dari sekolah dari Belanda, saya mendengar kamu berpisah dengan Bram. Bagiku, itu harapan yang tidak boleh aku sia-siakan. Saat itu, keluargaku sudah menyiapkan perjodohan untukku. Kabar tentangmulah yang membuatku ragu, dan menolak niat mereka. Pencarianku tidak berhasil. Eh, malah sekarang kita bertemu ketika kamu sudah bersama Pak Kusuma."
Aku diam mendengarkannya. Bagaimanapun lebih baik kami ber