Keesokan harinya Kinanti mulai sadarkan diri, matanya perlahan terbuka dan tersadar kini berada di rumah sakit.
Hatinya begitu was-was takut akan kemungkinan terburuk mengenai anaknya.
Dengan gerakan cepat memegang perutnya, memastikan bahwa janinnya masih berada di dalam sana.
Tapi tunggu, Kinanti merasa perutnya mengempis artinya sudah tidak ada janin di dalamnya.
Pikiran buruk mulai menghantui seketika itu juga.
Kinanti menangis tersedu-sedu merasa bersalah karena, sudah gagal menjaga janin