Sepanjang perjalanan menuju rumah Adam terus saja di buat stress memikirkan setiap perubahan sikap Kinanti, tak ada lagi kelembutan seperti sebelumnya.
Hanya ada Kinanti keras kepala, egois dan sulit di tebak.
Hati wanita itu terlalu hancur terlalu sakit karena, luka yang di torehkan Adam begitu dalam.
Berdamai pun dengan keadaan terlalu menyakitkan, menjadikan kenangan juga terlalu menyulitkan.
Tapi apa mungkin bisa bahagia dalam dua perahu satu pendayung, satu payung dua pemilik.
Mustahil!
_