Kinanti menikmati sarapan paginya dengan bahagia, rasanya puas melihat Adam tersiksa.
Kinanti bukan wanita jahat, tapi Adam mengajarkan dirinya melakukan ini. Mengubah dirinya menjadi wanita keras dan pembangkang, kapan akan bahagia bisa terus disiksa lahir batin.
Tidak.
Kali ini tak lagi sama, cinta tak mampu melumpuhkan ego. Begitu pun dengan luka, tertutup kabut kebencian, hanya seorang wanita lemah pejuang kebahagiaan.
Manusia dengan punya batas kesabaran, kali ini pun sama kesabaran itu su