"Dokter Adam mau bicara," Serena memberikan ponselnya pada Kinanti.
"CK!" Kinanti mendorong ponsel Serena tidak ada rasa tertarik untuk berbicara dengan Adam.
Kinanti lebih memilih fokus pada makanan nya dan mulai makan dengan lahap dan berdoa semoga setelah ini tidak akan muntah lagi.
Seharian muntah-muntah membuat nya menjadi lemas, bahkan bergerak saja begitu sulit.
"Kinan," Serena kembali memberikan ponselnya, berharap Kinanti mau berbicara walaupun hanya sebentar.
"Aku sedang makan."
Kinan