"Sarah!"
Sarah yang hendak keluar dari gerbang pun menoleh, ternyata yang memanggilnya adalah Dava.
Dava lagi dan lagi, apa tidak ada yang lain?
Huuuufff.
Lagi-lagi masalah akan datang pikirnya, entah mengapa Dava terus saja berusaha untuk mendekatinya.
Bukankah seharusnya itu tidak perlu, Sarah sangat benci ketika mendapatkan hinaan.
Apa lagi sampai akhirnya dituduh bermain api dengan Dava.
Lagi pula Dava juga harus bertanggung jawab dengan Zira yang sangat membutuhkan tanggung jawab bukan?
"