"Zira!"
"Kamu udah mulai berani bermain api di belakang aku, untuk apa kamu perduli padanya? Untuk apa kamu menolongnya?" tanya Zira.
Zira tak juga bisa tenang sebelum mendapatkan jawaban yang pasti, menurutnya alasan Dava terlalu konyol hingga sulit untuk dipercaya.
Seorang laki-laki tanpa jelas maksudnya menolong seorang wanita.
Apakah mungkin hanya sekedar menolong saja?
Zira tidak sebodoh itu dan tak akan pernah mau untuk tertipu.
"Kenapa sekarang kamu suka sekali membesar-besarkan masalah?