Mentari pun menyandarkan tubuhnya pada kursi yang dia duduki, hasilnya tampaknya masih saja sama.
Dirinya yang bermasalah bukan Fikri, membuat perasaannya semakin terasa begitu perih.
Sedangkan dokter yang duduk di hadapannya ikut merasakan kesedihan yang sama, namun apa daya, hasilnya memang seperti ini.
Ini adalah tes untuk kedua kalinya, setelah beberapa waktu yang lalu Mentari diam-diam memeriksakan keadaannya.
Untuk apa Mentari memeriksakan keadaannya lagi? Untuk berharap ada kesalahan? Ra