"Sayang berhasil," kata Tama sesampainya di kamar.
Nada pun meletakkan satu jarinya di bibir, meminta Tama untuk tidak bersuara.
Karena, baby Amanda baru saja terlelap.
"Sssstttt!"
Tama pun mengangguk karena mengerti dengan maksud Nada, perlahan dia pun menutup pintu dan tidak lupa menguncinya.
Sesaat kemudian Tama pun berjalan ke arah Nada.
Langkah kakinya tampak begitu pelan, berharap tak menimbulkan suara.
"Sayang ini."
"Mas, suaranya," kata Nada lagi yang memperingati Tama.
"Hehe," Tama pun