Sesampainya di rumah Mentari pun menundukkan kepalanya, tanpa sadar air matanya menetes dari pelupuk mata indahnya.
Mentari pulang lebih awal dari rumah sakit, karena sejak tadi tidak kuasa menahan air matanya.
Bukan sakit hati pada Diva, hanya saja dirinya juga ingin merasakan menjadi seorang wanita yang bisa mengandung dan melahirkan anak.
Namun, sampai saat inipun semuanya belum dapat tersampaikan.
"Sayang," Fikri pun menyusul masuk setelahnya ke dalam kamar.
Tak menyangka ternyata Mentari t