Hari-hari terus berlalu dengan begitu saja, hingga pada hari ini Nada merasa sangat merindukan Tama.
Rasa rindu itu seakan kian menyiksa, banyaknya kenangan indah bersama membuatnya kian tersiksa.
Tidak ada lagi tawa, bahkan hanya senyuman kecilnya pun seakan sirna.
Yang ada hanya air mata, akibat sisa-sisa luka yang begitu dalam.
Indahnya cinta tak dapat di bendung, hingga tanpa tahu jika dirinya sendiri yang harus menderita karena cinta tersebut.
Apakah Nada menyesal mencintai Tama?
Tidak.
Ka