Nada masih sibuk dengan pikirannya membersihkan rumah, hanya untuk sekedar menghilangkan rasa bosan saja.
Bahkan Nada tidak memberikan ijin pada beberapa pekerja yang biasa membersihkan apartemen tersebut.
Lagi-lagi dengan alasan yang sama, Nada ingin sedikit disibukkan dengan pekerjaan hingga tidak terlalu memikirkan Tama dengan segala perubahan sikapnya.
"Ya ampun, kuku aku patah," Nada menatap kuku-kukunya, merasa sedikit bersedih.
Tapi sudahlah, karena sebentar lagi bisa di perbaiki lagi.
"