"Aku harap kau tidak akan pernah menyakitinya," kata Fikri dengan senyuman.
Ada bahagia, sedih dan haru bercampur menjadi satu padu.
Tama pun mengangguk kemudian keduanya pun berpelukan ala-ala sahabat yang sedang berbahagia.
Tama pun begitu terharu saat ini dimana restu yang sudah di dapatnya seakan begitu berpengaruh besar dalam hidupnya kedepan.
"Kau! Jangan lagi menjadi anak kecil!" Kata Fikri memperingati Nada.
"Hehehe," Nada pun cengengesan sambil tersenyum pada Fikri.
"Cengengesan lagi!"