Nirwan mengusap tengkuk bagian belakangnya, menyadari kekonyolan nya.
"Ya udah, saya permisi dulu, Ya. Kalian cerita dulu, duduk berdua, mana tau ada kesamaan dan cocok," tutur Hanna di selingi tawa.
"Kinanti, kamu cantik sekali," Renata datang bersama dengan Adam di sampingnya.
Perlahan Kinanti melirik Renata, tersenyum canggung karena banyaknya pujian yang terlontar dari bibir siapa saja yang melihatnya termasuk Renata.
"Iya dong," Hanna menimpali, "mereka cocok kan?" Hanna menunjuk Nirwan.
R