Perasaan Nada saat ini benar-benar campur aduk, dirinya sendiri bingung apakah benar Tama mencintanya atau tidak, sebab dirinya yang menunggu diperjuangkan ternyata hanya diabaikan saja.
"Mas, serius sayang sama Nada?"
"Kenapa kamu tidak percaya?"
Nada menarik napas, rasanya tidak ingin berbicara lebih panjang lagi. Perasaannya kini hanya sedang ingin diyakinkan, bukan dijawab dengan sejuta pertanyaan kembali.
"Mas, sayang sama kamu. Mas, hanya sedang ingin membuktikan bahwa kamu benar-benar