Dua hari kemudian.
Dua hari berlalu tidak lantas membuat Tama benar-benar hanya menyerah, selama dua hari ini dirinya hanya sedang mencoba untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.
Meredam amarah yang tengah membuncah dan semuanya mungkin saja bisa menjadi lebih baik.
Lihat saja pagi ini, dengan penuh keyakinan Tama pun menuju kantor Fikri.
Ingin berbicara secara langsung dan mungkin saja bisa membuahkan hasil maksimal seperti yang diinginkannya.
Hidupnya kini hanya Nada, tidak ada yang lain seh