Tama tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa pada Nada.
Semua yang keluar dari mulutnya hanya membuat amarah Nada semakin meninggi saja, dirinya benar-benar putus asa.
"Nada, aku sangat merindukanmu. Apa kau mengerti?"
"Nggak! Bohong! Buktinya kau membeli ku dengan uang dan semua barang mahal itu, aku tidak butuh! Kalau cinta ya cinta saja, tidak usah membeli ku dengan benda dan uang!"
"Membeli?" Tama terperangah mendengar apa yang dikatakan oleh Nada.
Hingga akhirnya Nada pun berbalik ba