Sesampainya di kantor Nada pun berjalan di belakang tubuh Tama, sampai akhirnya langkah kaki Nada terhenti saat melihat seseorang.
"Kak Selin?" Nada pun berseru, tetapi sesaat kemudian menutup mulutnya, "hihi, kelepasan, maklum biasa di hutan," celetuk Nada.
Selin pun tersenyum melihat Nada, meskipun sedikit bingung dengan keberadaan Nada di perusahaan tempatnya bekerja.
"Kamu ya, ada-ada saja."
"Kak Selin apa kabar?"
"Baik, kamu ke sini ada tujuan?"
"Nada kerja Kak, jadi asistennya Om Tama."
S