Malam semakin larut, Tama merasa semakin tidak nyaman. Sebab, sampai saat ini juga belum dapat terlelap dalam mimpi indah.
Pikirannya hanya ada Nada dan Nada, hingga akhirnya Tama pun membuka ponsel.
Melihat aplikasi berwarna hijau dan mencari kontak Nada.
Tetapi sesaat kemudian Tama pun meletakkan ponselnya kembali pada meja.
Sebab tak ingin membuat bocah ingusan itu percaya diri karena dirinya yang menghubungi.
"Ada apa dengan ku? Kenapa mendadak aku rindu? Rindu?" Tama pun menyadari kata kon