Mundo ficciónIniciar sesiónKinanti kembali ke kamar terlebih dahulu, tidak sanggup melihat Adam yang sesekali tersenyum padanya seakan membuatnya tidak karuan.
Tubuh nya bersandar pada daun pintu, bayang Adam seakan masih berkeliaran di kepalanya."Sudahlah," Kinanti menepuk dahinya, tidak ingin terus menjadi gila karena Adam, dengan segera ia berbaring di atas ranjang.Hampir saja terlelap dalam tidur tetapi, tiba-tiba ada tangan yang perlahan melingkar di perutnya lalu membelai lembut.