Tama terus saja melangkah, karena bocah itu selalu saja membuatnya emosi.
Hingga akhirnya tubuh Nada pun membentur dinding.
"Om, maaf. Nada nggak sengaja," Nada pun berusaha untuk tenang, ingin berlari tetapi saat tangan Tama jauh lebih cepat bergerak hingga akhirnya mencengkram rahang Nada, dan menyadarkan pada dinding kembali.
"Om, ampun," Nada semakin ketakutan, matanya pun berkaca-kaca seakan menyiratkan bahwa dirinya benar-benar sedang ketakutan.
Melihat mata Nada membuat Tama merasa tak b