"Ok," Nada memperhatikan penampilannya hingga beberapa kali, dari pantulan cermin.
"Wah, rapi bener," celetuk Sarah melihat Nada yang tengah sibuk melihat dirinya.
"Emang kamu?"
"Aku kenapa?"
Nada pun mendesus, kemudian menarik Sarah untuk lebih dekat dengan cermin.
"Lihat penampilan kamu, kamu mau ke kampus bukan mau malak!" Kata Nada dengan gemas.
Tidak ada jiwa seorang perempuan yang melekat pada diri Sarah, hanya terlihat persis seperti lelaki yang begitu kekar.
"Napa, suka-suka gua!" Kata