Dari pada banyak berbicara dengan Nada lebih baik langsung menyeruput kopi tersebut pikir Tama.
Sedangkan Nada masih diam saja ditempatnya, karena menantikan kalimat pujian setelah Tama nantinya mencicipi kopi buatannya dengan rasa penuh percaya diri.
"Kenapa masih di sini?" Tama malah kesal melihat bocah ingusan yang malah cengar-cengir di hadapannya.
Di mata Tama lebih terlihat seperti pengemis yang meminta receh.
"Nggak papa, Nada cuman mau dengar komentar Om aja," Nada pun tak ingin lebih l