Tangisan Nada membuat Tama merasa iba, seketika itu bangkit dari atas tubuh wanita tersebut.
Begitu pun dengan Nada yang segera menuruni ranjang, kedua tangannya meremas kemejanya. Sedangkan wajahnya begitu sembab.
Tatapan mata Tama yang tajam seakan menatapnya penuh intimidasi.
"Kamu yakin masih perawan?" Tanya Tama dengan suara beratnya.
Sulit sekali ingin merasakan tubuh wanita itu saja, karena banyaknya drama.
Saat ini Tama hanya ingin dihargai, sebab malam tadi dirinya merasa direndahkan o