"Kenapa Tama harus merasakan ini Ma, kenapa Antoni berhiyanat dengan istri Tama sendiri!" Tanya Tama.
Mira memeluk anaknya, berusaha untuk memberikan sedikit ketenangan.
Mira tahu seperti apa Tama yang sangat mencintai Keyla, bahkan rela melakukan apapun demi kebahagiaan istrinya tersebut.
Namun siapa sangka jika ketulusan tak selamanya dibalas dengan ketulusan, malahan Tama harus merasakan bertapa pahitnya mencintai tetapi dikhianati.
Sungguh luka tanpa darah jauh lebih menyakiti dari pada luka