Kenan masih terdiam dan merasa bingung, hingga akhirnya menyusul Diva yang kini sudah menuju kamar.
Kenan mengetuk pintu terlebih dahulu, setelahnya masuk dengan perlahan.
Matanya melihat Diva yang kini menangis tersedu-sedu sambil duduk di sisi ranjang.
Kenan tahu kini Diva tengah menyimpan luka yang cukup dalam, tapi entah luka yang seperti apa, tidak diketahui sama sekali.
Kenan pun tidak memiliki keberanian untuk bertanya lebih jauh, dirinya memutuskan untuk pergi.
Memberikan waktu kepada D