Adam pun sampai di apartemen milik Fikri, matanya melihat Fikri yang duduk di sofa sambil menyeruput secangkir kopi.
Seketika Adam mengedarkan pandangannya, seakan mencari sesuatu.
Tetapi, tidak ada yang janggal, semua terlihat biasa saja.
"Bagaimana pekerjaan mu di kantor?" Tanya Adam.
"Baik," jawaban Fikri singkat dan jelas, wajahnya pun tampak biasa.
Adam terus menatap wajah putranya, merasa tidak ada yang mencurigakan Adam pun memilih pergi.
Menyimpulkan bahwa, tidak benar Fikri menemui Men