"Aku mencintaimu," bisik Fikri.
Mentari pun tersenyum saat mendengar bisikan yang begitu menghangatkan hati.
Bukan hanya hati yang hangat, tetapi juga bulu-bulu seakan ikut berdiri merasakan hembusan napas hangat yang terasa pada telinganya.
Tangan Fikri pun mengangkat dagu Mentari, menatap dengan keindahan yang begitu luar biasa.
Dalam hati memuji, bertapa indahnya ciptaan Semesta di hadapannya.
Mentari.
Bukan hanya penyejuk hati, tapi juga penghangat jiwa saat lelahnya menghadapi dunia.
"Kena