"Ya sepertinya."
Mentari pun bergegas masuk ke dalam mobil Fikri, dirinya takut jika ada preman lainnya yang tiba-tiba muncul kembali.
Fikri juga ikut menyusul masuk ke dalam mobil. Dirinya mengerti sepertinya Mentari merasa ketakutan.
"Maaf, tadi aku pikir kamu yang merencanakan ini, seperti yang lalu," Mentari merasa bersalah setelah sempat menuduh Fikri, padahal sebenarnya tidak demi kian.
"Aku yang minta maaf, aku juga yang salah sempat membuat drama gila itu."
"Fikri, kita bisa jalan nggak