"Kenapa? Apa Kurangnya aku?" Bisik Fikri di telinga Mentari.
Mentari semakin kesal, kedua tangannya mencengkram erat masing-masing tangan Fikri berharap Fikri kesakitan dan mau melepaskan diri nya.
Tapi sepertinya tidak sama sekali, karena Fikri terlihat tenang dan tidak merasakan apa-apa.
"Kamu jelek, jahat, yang paling penting, aku nggak suka sama kamu!" Teriak Mentari di depan wajah Fikri.
Fikri tersenyum dan mencium bibir Mentari yang menggemaskan itu, di matanya Mentari selalu saja terlihat