"Mas, kenapa?" Zahra pun melihat suaminya berdiri di depan kamar, tapi tidak sendirian.
Ada Adam juga, hingga menimbulkan pertanyaan besar.
"Besok-besok lakukan lagi, agar kalian dapat hukuman lagi!" Ajeng pun melenggang pergi memasuki kamar cucunya.
Seketika Adam dan Ferdian merasa terbebas, hingga segera berdiri dengan normal.
Keduanya saling tatap penuh permusuhan, tidak ada kata damai dalam hal tersebut.
"Mas, kok belum kembali ke kamar?" Kinanti bertanya dari arah lainnya, sebab awalnya Ad