Dua hari kemudian keadaan Renata jauh lebih baik, walaupun masih membutuhkan seseorang untuk menolongnya dalam segala kebutuhan.
Walaupun begitu Zidan selalu ada, siap dalam segala keadaan untuk membantu istrinya.
Renata tersenyum dengan tubuhnya yang duduk di atas kursi roda, melihat anaknya yang masih berada di dalam inkubator.
"Kasihan sekali dia, padahal belum waktunya untuk lahir. Maaf ya Nak, Mom tidak kuat seperti wanita lain di luar sana," Renata menitihkan air mata, menatap iba putrany