Sampai di depan ruang operasi, Zidan harus melepaskan tangan Renata.
Tapi tidak, Zidan masih menggenggamnya dengan erat tanpa ingin melepaskan sama sekali.
Genggam itu bukan sekedar tidak ingin dilepas, tapi juga karena takut ini akan menjadi yang terakhir kalinya keduanya saling menggenggam tangan.
"Sebentar," Renata meminta untuk sejenak berhenti mendorong brankar, tepat di depan pintu ruang operasi yang sudah terbuka lebar.
Renata menatap Zidan yang terus saja menatapnya penuh air mata.
Renat