"Tidak ada yang seperti mu, hanya kamu yang mampu membuat ku hampir gila karena selalu membayangkan wajah mu!"
Ferdian mengusap air mata Zahra, mencium kedua mata dengan bergantian.
Andai saja tahu seperti apa dirinya tanpa Zahra sebelumnya, hingga memutuskan untuk menikahi dengan cara licik.
Flashback on.
Malam-malam berlalu begitu gelisah, rasanya menunggu pagi pun cukup lama.
Sebab saat pajar menampakkan wajahnya, artinya akan melihat wajah Zahra.
Wajah indah di hiasi oleh senyuman menawan,