Ferdian mengusap wajahnya yang sedikit membiru, bahkan ada secercah noda merah yang keluar dari sudut bibirnya.
Biar saja calon mertuanya itu memukul dirinya.
Lagi pula sampai di sini Ferdian semakin bahagia akan mendapatkan Zahra secara cepat.
Dengan perlahan Kumar pun kembali duduk, Maya terus berusaha untuk mendinginkan suasana.
"Kau tidak berpikir sudah merusak anak ku!" Amarah Kumar belum juga bisa di redam, sehingga ingin sekali mencekik Ferdian hingga tinggal nama.
"Pak, sudah," suara le