"Kamu nemenin Zidan?" Tanya Kinanti yang tidak sengaja berpapasan dengan Renata di lorong rumah sakit.
Renata pun tersadar dan menatap Kinanti, menghentikan langkah kakinya.
"Nggak, Mama di rawat. Darah tinggi Mama kambuh, pagi tadi dibawa ke sini," jelas Renata.
Kinanti pun mengangguk.
"Begitu? Ya udah, aku ke ruangan Mas Adam dulu. Abis itu aku jenguk Tante Irma," kata Kinanti.
"Iya, aku juga mau ke depan dulu. Mentari minta dibelikan buah," pamit Renata.
Kinanti pun mengangguk dan segera men