"Sekarang cuci tangan mu itu!" Adam menatap tangan Kinanti yang menggantung.
Kinanti masih diam di tempatnya, tidak mengerti mengapa Adam memintanya mencuci tangan.
"Kenapa masih diam?" Seru Adam melihat Kinanti masih berdiri di tempatnya tanpa ada niatan untuk bergerak.
"Cuci tangan? Buat apa?" Kinanti pun memberanikan diri untuk bertanya, sambil berpikir jika benar otak Adam sedang konslet karena emosi.
"Aku tidak suka di memegang tangan mu! Cuci sekarang!"
Kinanti pun menatap tangannya, tida