"Fikri dan Kenan sama Kakek," kata Rahmat.
Rahmat merasa bahagia ketika kedua cucunya datang mengunjunginya, momen seperti ini terbilang langka. Sehingga tidak akan menyia-nyiakan begitu saja.
"Ayah masih sakit, sebaiknya istirahat," kata Kinanti tidak memberikan ijin.
"Ayah sudah sembuh, apa lagi kalau bermain dengan cucu Ayah," Rahmat tersenyum bahagia melihat cucu-cucunya yang tampan.
"Tapi Ayah......."
"Sayang," Adam menegur Kinanti.
Melihat Rahmat begitu bahagia bersama cucunya membuat Ada