"Sayang, buka pintunya dong. Jangan ngambek dong. Malu kalau Ayah tau," kata Adam dari depan pintu kamar.
Kinanti tidak perduli sama sekali, hanya diam dan memilih berdiri di depan jendela kamar yang terbuka.
Malam ini terasa begitu indah, suasana desa yang sunyi benar-benar menciptakan sebuah ketenangan.
"Sayang," panggil Adam lagi dari depan pintu kamar dengan gorden yang terurai.
"Ayah ngapain? Ngeronda?" Seloroh Fikri.
Adam menatap Fikri penuh permusuhan, sejak tadi anak sulungnya itu terus