Irma terus saja memeluk putrinya dengan erat, saat perjalanan pulang hingga sampai di rumah.
Hati wanita itu begitu sakit dan terluka.
Wanita mana yang tak sakit hati melihat putrinya dikasari di depan mata kepalanya sendiri.
Renata pun hanya diam, di tengah teriknya matahari tapi malah ada air yang membasahi dirinya.
Air mata Irma seakan mengalir begitu saja tanpa bisa dibendung, sekalipun beruang kali menyekatnya.
"Renata nggak papa 'kok, Ma."
Tak ingin membagi luka Renata tak menunjukkan ras