"Apa kamu bahagia mendengarnya?"
Setelah memastikan Ferdian pergi Zidan pun menatap Renata penuh intimidasi, ingin mendengar jawaban langsung dari istrinya tersebut.
Lagi pula jika tidak di selesaikan dengan secara langsung bisa saja Renata merasa besar kepala, apa lagi sampai menganggap rendah dirinya.
"Merasa di awan, karena, di sanjung barusan. Atau merasa hebat karena sudah bisa mendapatkan laki-laki lain lagi sebelum bercerai?"
Zidan masih terus berbicara sekalipun Renata hanya diam tanpa