"Zidan," Mala menghentikan langkah kaki Zidan saat melewati Mala yang sedang duduk di sofa.
Merasa namanya di panggil Zidan pun berbalik dan menatap Mala.
"Renata di mana?" Mala bahagia sekali yakin jika rencananya berhasil.
Hanya saja pagi ini belum terlihat batang hidung menantunya tersebut, padahal hari sudah terang bahkan belum sarapan.
"Di kamar Ma, masih tidur."
"Kalau gitu kamu bawa saja sarapannya ke kamar, takutnya nanti dia masuk angin," tanpa mendengar jawaban dari Zidan, Mala berge