Dua jam kemudian Renata memasuki dapur, ternyata Mala masih berkutat dengan alat-alat memasak.
"Mama masak apa?"
Berkat kemampuannya dalam hal make-up wajahnya yang pucat terlihat masih segar.
Mala pun tak tega untuk memarahi Renata seperti biasanya, kini dirinya hanya tersenyum.
"Renata bantu ngapain Ma?"
"Kamu potong-potong sayuran ini, kita masak sama-sama dan setelah itu kamu antara makanan untuk Zidan."
Renata meneguk saliva mendengar nama Zidan, tapi lagi-lagi dirinya harus mengangguk se