Kinanti meneguk saliva, bukan pertama kali tapi, menurutnya tak perlu juga di katakan dengan jelas.
"Ya ampun sayang, kok kamu tambah menggemaskan," bisik Adam lagi di saat banyaknya tamu yang tengah menatap kearah mereka berdua.
"Mas, Kinan nangis ya."
"Jangan belom juga di apa-apain," seloroh Adam.
Kinanti seketika mencubit lengan bagian atas Adam, hingga mengaduh kesakitan. Sekalipun Adam hanya ber-acting agar membuat Kinanti bahagia merasa dirinya kesakitan.
Sejujurnya cubitan Kinanti bukan