Jalanan begitu ramai dengan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang, mulai dari roda dua, tiga, empat dan banyak lagi.
Suara bising pun tak terhindari, belum lagi banyaknya pejalan kaki dengan bermacam-macam aktivitas.
Sayangnya di tengah keramaian tersebut Kinanti malah merasa sepi, matanya menatap ke luar dari jendela mobil.
Adam mengemudikan mobilnya, sesekali melirik Kinanti yang duduk di sampingnya.
Semenjak kejadian barusan wajah Kinanti berubah murung, mata indahnya berkaca-kaca, pikiran