"Ya ampun Kinanti, aku ingin sekali mencekik keempat pria gila itu," Serena kembali masuk dan melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.
Kinanti menatap punggung Serena yang perlahan menghilang setelah pintu kamar tertutup rapat.
Tak berselang lama ada yang kembali, Ilham kembali menemui dirinya.
Kinanti urung melangkah masuk, seketika beralih menatap Ilham.
"Ada yang ketinggalan Mas?" Kinanti menatap Ilham penuh tanya sambil menatap sekitarnya.
"Hati aku tinggal di sini," ujar Ilham.
Kinanti