Mundo ficciónIniciar sesiónKami semua berhamburan menghampiri suara teriakkan itu. Kemudian, membuka pintu kamar dengan lebar. Ternyata Mayang pingsan lagi, ia jatuh tepat di pangkuan papanya. Orang tua yang sangat menyayanginya lebih dari nyawanya pun histeris.
"Mayang, sadar, Nak!" teriaknya sambil menepuk pipinya pelan.
"Pah, Mayang kenapa?" tanyaku dengan suara tersengal-sengal. Ada rasa cemas yang berlebihan di dalam hati ini.
Kemudian, kami membantu papa untuk meletakkan Mayang ke atas